URANG BUNIAN, Cerita Urband Legend dari masyarakat Sumatera yang konon masih ada disana
Jakarta, 10 September 2026 -- Dari Hati FilmMenggelar Press Screening dan Press Conference URANG BUNIAN Legenda tentang Urang Bunian yang hidup dalam cerita masyarakat Sumatera, khususnya Minangkabau, diangkat ke layar lebar melalui film horor Urang Bunian. Film produksi DHF Entertainment (Darihati Films) bersama RH Entertainment itu dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 17 September 2026. Film garapan sutradara Rendy Herpy tersebut menghadirkan Dimas Aditya, Adinda Thomas, Naura Hakim, Ruth Marini, Fauzan Nasrul, Pinto Janir dan Anton Permana sebagai pemeran. Cerita film berpusat pada Teddy yang diperankan Dimas Aditya, seorang prajurit yang melakukan perjalanan bersama sahabatnya, Kevin, menuju kampung halaman istrinya di pedalaman Sumatera Barat. Perjalanan yang semula ditujukan untuk pulang tersebut berubah menjadi pengalaman mencekam ketika mereka memasuki kawasan hutan pada malam hari. Sebelum perjalanan dilakukan, Teddy telah mendapat peringatan agar tidak melewati kawasan tersebut setelah hari gelap. Annisa (Adinda Thomas), istri Teddy, dan Datuak Hitam (Anton Permana), paman Annisa sekaligus tokoh adat, mengingatkan adanya larangan yang berkaitan dengan kawasan hutan yang dipercaya sebagai wilayah Urang Bunian. Namun, peringatan tersebut diabaikan. Teddy dan Kevin akhirnya tersesat dan terjebak dalam ruang yang menghadirkan berbagai kejadian misterius. Selain tampil sebagai salah satu pemeran, Anton Permana juga sebagai konsultan adat dalam proses produksi film ini. Untuk skenario Urang Bunian dikerjakan Rendy Herpy dan Johansyah Jumberan. Dalam film tersebut, Anton memerankan Datuak Hitam, tokoh adat yang menjadi salah satu pintu masuk bagi penonton untuk memahami larangan dan kepercayaan yang melingkupi kawasan hutan dalam cerita. Keterlibatan Anton sebagai pemeran (aktor) dan sekaligus kreatormenjadi menarik karena film ini mengambil sumber cerita dari mitologi dan pengetahuan lokal yang berkembang di tengah masyarakat Minangkabau. ‘Bersama Rendy Herpy dan Johansyah Jumberan, kami mengolah kisah Urang Bunian ke dalam struktur film horor modern, dengan tetap menempatkan lanskap alam Sumatera Barat dan latar budaya Minangkabau sebagai bagian penting dari dunia cerita,” kata Anton Permana, Sementara itu, Rendy Herpy, sang sutradara, melakukan riset untuk memahami berbagai versi cerita mengenai Urang Bunian sebelum mengembangkan kisah tersebut menjadi karya sinematik film. “Riset diperlukan karena cerita mengenai Urang Bunian berkembang dalam beragam versi di tengah masyarakat. Sosok ini tidak selalu digambarkan dengan pemaknaan yang sama, baik mengenai bentuk, karakter, maupun hubungan dengan ruang alam yang menjadi tempat berlangsungnya cerita,” jelas Rendy Herpy. Dalam tradisi cerita masyarakat Minangkabau, Urang Bunian dikenal sebagai sosok dari dunia gaib yang dipercaya mendiami kawasan tertentu, terutama hutan dan tempat-tempat yang dianggap memiliki keterkaitan dengan dunia tak kasatmata. Cerita tentangnya diwariskan dalam berbagai bentuk tuturan dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, ketika kisah tersebut diangkat menjadi film, legenda Urang Bunian tidak hanya menjadi sumber teror, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan narasi lokal kepada penonton yang lebih luas.
***
Redaksi Media : KOBOY MOVIE THEATER
Instagram : @koboymovietheater
Website : koboymovietheater.blogspot.com
Email : koboymovietheater@gmail.com
Reporter : Kusuma Lesmana

Komentar
Posting Komentar