CERITAKU CERITAMU, Katyana dan Nadhif Basalamah satukan cerita lewat lagu duet baru

KATYANA DAN NADHIF BASALAMAH SATUKAN CERITA LEWAT LAGU DUET
BARU “CERITAKU CERITAMU”
“Ceritaku Ceritamu”, Sebuah Lagu untuk Orang-Orang yang Membuat Kita Merasa Diterima

Jakarta, 17 Juli 2026 — Dua perjalanan baru bertemu dalam satu karya. Di single
terbaru berjudul "Ceritaku Ceritamu", Katyana untuk pertama kalinya terlibat sebagai
penulis lagu, sementara Nadhif Basalamah, yang dikenal lewat kekuatan storytelling
dalam karya-karyanya, untuk pertama kalinya menulis lagu untuk dinyanyikan penyanyi
lain, sekaligus turut mengisi lagu tersebut sebagai rekan duet. Kolaborasi ini
mempertemukan dua musisi dengan perspektif yang berbeda, namun saling
melengkapi, tentang orang-orang yang menerima kita apa adanya.
Lagu ini juga menandai babak baru bagi keduanya. Setelah memperkenalkan dirinya
lewat "Tongkat Sihir" dan melanjutkan perjalanan musiknya melalui kolaborasi bersama
Widuri Puteri di "Lupakan Dia", Katyana kini mengambil langkah berikutnya dengan ikut
menciptakan lagu yang ia nyanyikan sendiri. Di sisi lain, bagi Nadhif Basalamah,
"Ceritaku Ceritamu" menjadi pengalaman pertamanya mempercayakan cerita yang ia
tulis untuk disampaikan melalui suara penyanyi lain. Tak hanya itu, ia juga ikut
menyanyikan lagu tersebut bersama Katyana, menjadikan proses kreatifnya terasa
semakin personal.
"Buat aku, kolaborasi ini jadi wadah untuk saling berbagi cerita yang benar-benar
personal. Dari sisi aku, lagu ini sebenarnya adalah love letter untuk sahabat-sahabat
terdekatku. Mereka adalah orang-orang yang selalu menerima aku apa adanya, yang
tetap ada saat aku sedang senang maupun sedih. Waktu menyanyikan lirik 'Kau hadir,
melihatku sebagai diriku', yang terbayang memang mereka," ujar Katyana.
Kolaborasi ini bermula dari sebuah sesi workshop yang mempertemukan Katyana,
Nadhif Basalamah, serta A&R Trinity Optima Production sekaligus produser lagu, Ikiw.
Menariknya, lagu ini lahir hanya dalam waktu sekitar empat jam. Alih-alih terasa seperti
sesi kerja formal, proses kreatif tersebut justru berlangsung layaknya dua musisi yang
sedang berbagi cerita. "Rasanya nggak kayak lagi kerja. Kita cuma ngobrol, saling
cerita, terus lagu ini mengalir begitu aja. Justru dari situ keluar sesuatu yang genuine,"
ujar Nadhif. Awalnya, keduanya sempat ingin menulis lagu yang sepenuhnya berangkat dari
kehidupan pribadi masing-masing. Namun di tengah workshop, mereka merasa cerita
tersebut terlalu spesifik. Dari sanalah muncul ide untuk menulis lagu yang lebih universal, tentang orang-orang terdekat yang menerima kita apa adanya dan menjadi tempat pulang dalam berbagai fase kehidupan. Melalui lagu ini, Katyana ingin mengangkat makna kasih sayang yang lahir dari
persahabatan dan hubungan yang tulus tanpa harus dilandasi hubungan romantis.
Baginya, kehadiran orang-orang yang mampu menjadi safe space adalah bentuk cinta
yang seringkali luput untuk dirayakan. Salah satu bagian yang paling personal bagi
Katyana terdapat pada lirik "kamarku jadi saksi yang bisu." Lirik tersebut lahir dari
pengalaman nyata. Kamar menjadi tempat di mana sahabat-sahabat terdekatnya berkumpul, berbagi cerita, tertawa, hingga saling menguatkan dalam berbagai momen kehidupan. "Teman-teman aku memang sering kumpul di kamarku. Di situ kita cerita, ketawa, nangis bareng. Jadi waktu nulis lirik itu, aku langsung kepikiran kamar yang jadi
saksi semua perjalanan persahabatan kami," cerita Katyana. Sementara itu, Nadhif melihat cerita tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Bagi penyanyi dan penulis lagu yang dikenal lewat karya-karya penuh storytelling seperti "Penjaga Hati" dan "Kota Ini Tak Sama Tanpamu", setiap pertemuan dengan orang-orang yang membawa kebaikan dalam hidup bukanlah sebuah kebetulan, melainkan bagian dari perjalanan yang telah digariskan. "Pas pertama kali mendengar cerita Katyana tentang sahabat-sahabatnya, aku langsung kepikiran konsep destiny. Menurutku kita bisa berjodoh dalam banyak hal, bukan cuma soal pasangan. Bisa dengan sahabat, rekan kerja, atau siapa pun yang dipertemukan dengan kita di waktu
yang tepat. Ada semacam keajaiban yang rasanya memang sudah written in the stars. Buatku, lagu ini adalah pertemuan dari dua cerita yang akhirnya menemukan makna yang sama," ungkap Nadhif. Bagi Nadhif, alasan ia tertarik berkolaborasi dengan Katyana bukan hanya karena kualitas vokalnya, tetapi juga karakter suaranya yang terasa sangat personal. Ia menggambarkan warna vokal Katyana sebagai sesuatu yang diary-like, intim, jujur, dan seolah mengajak pendengar menyimak isi buku harian seseorang. Karakter inilah yang membuatnya yakin "Ceritaku Ceritamu" akan terasa lebih dekat dengan pendengar. Kolaborasi ini juga menjadi pengalaman baru bagi Nadhif yang untuk pertama kalinya terlibat sebagai vocal director untuk penyanyi lain. Ia membantu Katyana menemukan interpretasi yang paling tepat tanpa menghilangkan karakter alami suaranya, sehingga emosi yang ingin disampaikan dalam lagu tetap terasa tulus dan autentik. Aku berharap setiap orang yang mendengarkan lagu ini bisa teringat pada sosok yang selalu ada untuk mereka. Semoga Ceritaku Ceritamu bisa menjadi cara sederhana  untuk mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang membuat kita merasa diterima apa adanya," tutup Katyana. Nadhif pun berharap lagu ini dapat mengingatkan pendengar untuk lebih menghargai kehadiran orang-orang yang selama ini menjadi bagian penting dalam hidup mereka. Semoga setelah mendengar lagu ini, orang-orang jadi semakin dekat dan semakin menghargai orang-orang yang selalu ada di samping mereka," tutup Nadhif. Single terbaru Katyana dan Nadhif Basalamah, "Ceritaku Ceritamu", kini telah resmi dirilis dan dapat didengarkan di seluruh platform digital streaming. Lewat lagu ini, keduanya mengajak pendengar merayakan berbagai bentuk kasih sayang yang hadir dalam hidup, baik dari sahabat, keluarga, pasangan, maupun siapa saja yang membuat kita merasa diterima.

Trinity Optima Production (TOP)
Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG).
Mengusung misi “Nurturing STARS to Inspire Happiness”, TOP telah berhasil mengorbitkan
berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti Afgan, Ungu,
Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada
A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan
peluang dan penampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal
maupun eksternal TOP.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DUSUN MAYIT, Kisah nyata dari thread Jeropoint yang terjadi di Gunung Werilang

PERTARUHAN THE SERIES 3, Banyak bintang baru yang terlibat di series ini

TAK KENAL MAKA TAARUF, Film yang menyampaikan banyak pesan moral bahwa mencari pasangan dengan cara di ridai Tuhan SWT