Ghost in the Cell Perluas Kritik Sosial Politik di Film ke Dunia Nyata Lewat Pameran Instalasi Seni Macabre
Ghost in the Cell Perluas Kritik Sosial Politik di Film ke Dunia Nyata Lewat Pameran Instalasi Seni Macabre
Jakarta, 14 Mei 2026 — Come and See Pictures mempersembahkan MACABRE
ART INSTALLATION, sebuah pameran instalasi seni yang terinspirasi dari film
Ghost in the Cell, film horor komedi terbaru karya Joko Anwar.
Pameran ini menghadirkan enam karya “macabre art” yang muncul di dalam film
dan kini direalisasikan ke dunia nyata dalam bentuk instalasi fisik berskala nyata
melalui kolaborasi lintas disiplin antara sineas, ilustrator, prosthetic artist, make-up
artist, costume designer, sound artist, dan tim artistik. Pameran ini diadakan di
Nirmana Falatehan, Jakarta Selatan dan akan berlangsung tanggal 16 sampai 22
Mei, 2026 dan terbuka untuk umum secara gratis pukul 10.00 sampai 20.oo setiap
harinya.
Enam instalasi tersebut diberi judul:
- The Fan
- Shower Head
- The Stove
- The Dancer
- Flood Light
- Lady Justice
Dalam film Ghost in the Cell, karya-karya tersebut muncul sebagai bagian dari narasi
horor dan kritik sosial. Seluruh instalasi berasal dari tindakan brutal sebuah entitas
dari hutan Kalimantan yang tempat hidupnya mengalami deforestasi karena
tambang nikel lalu membunuh manusia-manusia dengan aura paling negatif, lalu
membentuk tubuh mereka menjadi objek seni grotesk.
Melalui pameran ini, karya-karya tersebut dipindahkan keluar dari layar dan
dihadirkan ke dunia nyata agar dapat dialami secara fisik, personal, dan langsung.
“Film membuat penonton melihat. Ruang pamer membuat pengunjung berhadapan
langsung dengan isu di dalam film,” kata Joko Anwar, sutradara dan penulis Ghost
in the Cell yang menciptakan konsep macabre art dalam film ini.
Melalui pengalaman ruang, suara, tekstur, cahaya, dan skala fisik instalasi,
pengunjung diajak memasuki atmosfer yang sebelumnya hanya dapat dilihat melalui
medium sinema. Pameran ini tidak hanya memperluas dunia Ghost in the Cell, tetapi
juga membuka ruang dialog tentang tubuh, kekerasan, konsumsi, kekuasaan, dan
bagaimana manusia dapat berubah menjadi objek dalam sistem sosial yang brutal.
Selain menjadi perluasan artistik dari film, MACABRE ART INSTALLATION juga
merupakan bagian dari upaya rumah produksi Come and See Pictures untuk
memperkenalkan seni instalasi dan seni kontemporer kepada generasi muda melalui
medium yang lebih dekat dengan mereka: film dan budaya populer.Come and See Pictures percaya bahwa film tidak berdiri sendiri sebagai medium
tunggal, melainkan sebagai titik temu berbagai bentuk seni dan profesi. Melalui
proyek ini, proses kreatif perfilman diperlihatkan secara terbuka sebagai hasil sinergi
antara ilustrasi, sculpture, prostetik, tata rias, tata kostum, musik, tata suara,
pencahayaan, desain ruang, dan storytelling sinematik.
Seluruh karya instalasi dimulai dari interpretasi visual para concept artist Indonesia,
kemudian diterjemahkan menjadi objek nyata melalui proses sculpting, molding,
prostetik, tata artistik, hingga sound ambience khusus yang diciptakan untuk setiap
karya.
Para concept artist yang terlibat adalah:
- Anwita Citriya
- Benediktus Budi
- Benny Kusnoto
- Coki Greenway
- Hafidzjudin
- Rudy Ao.
Sementara realisasi fisik instalasi melibatkan kolaborasi dengan:
- Dennis Sutanto (Art Director)
- Novie Ariyanti (Make-up effects)
- Ical Tanjung (Lighting)
- Monika Paska (Costume Designer)
- M. Anwar (Prosthetic Artist)
- Aghi Narottama (Sound and Music Design)
- Tony Merle (Music Collaboration)
Dengan pendekatan visual yang menggabungkan horor, seni kontemporer, satire
sosial, dan pengalaman imersif, MACABRE ART INSTALLATION menjadi salah satu
eksplorasi lintas medium paling ambisius yang pernah dilakukan dalam kampanye
film Indonesia. Pameran ini diharapkan dapat menjadi ruang pertemuan antara penonton film, pecinta seni, komunitas kreatif, dan generasi muda yang ingin melihat bagaimana sebuah dunia sinematik dapat hidup melampaui layar bioskop.
Tentang Come And See Pictures
Come and See Pictures adalah production house yang didirikan Joko Anwar dan Tia Hasibuan pada tahun 2020 yang berkomitmen untuk memproduksi film-film berkualitas dengan cara bercerita yang unik serta craftsmanship yang tinggi. Film pertama yang mereka produksi adalah Pengabdi Setan 2: Communion untuk Rapi Films. Selain Siksa Kubur, Come and See Pictures juga telah merampungkan seriesoriginal Netflix berjudul Nightmares and Daydreams yang tayang tahun 2024 lalu, serta memproduksi film panjang untuk Amazon MGM Studios bertajuk Pengepungan di Bukit Duri.
***
Redaksi Media : KOBOY MOVIE THEATER
Instagram : @koboymovietheater
Website : koboymovietheater.blogspot.com
Email : koboymovietheater@gmail.com
Reporter : Kusuma Lesmana

Komentar
Posting Komentar