GARUDA DIDADAKU, Isyana Sarasvati menjadi pengisi Soundtrack film ini

Isyana Sarasvati Hidupkan Perjuangan Putra di MV Garuda di Dadaku

Melalui musik yang megah dan emosional, Isyana Sarasvati mengiringi perjalanan Putra mengejar mimpinya di film animasi keluarga Garuda di Dadaku


Jakarta, 15 Mei 2026 — Setelah lebih dulu mencuri perhatian publik lewat potongan

lagu yang muncul dalam trailer film animasi keluarga Garuda di Dadaku pada April lalu,

hari ini BASE Entertainment dan KAWI Animation resmi merilis video musik “Garuda di

Dadaku” yang dibawakan oleh Isyana Sarasvati. Video musik ini kini dapat disaksikan

melalui kanal YouTube BASE Entertainment dan Isyana Sarasvati.

Menjadi bagian penting menuju penayangan film animasi keluarga Garuda di Dadaku

pada 11 Juni 2026 mendatang, video musik ini menghadirkan interpretasi baru yang

megah, emosional, dan penuh harapan dari lagu ikonis “Garuda di Dadaku”. Melalui

sentuhan aransemen orkestra khas Isyana Sarasvati, video musik ini menjadi

representasi tentang mimpi besar seorang anak yang berani terus melangkah meski

penuh keraguan dan tantangan.

Video musik ini mengikuti perjalanan Putra, seorang anak laki-laki yang memiliki mimpi

besar untuk bermain di lapangan terbesar, meski sering diremehkan dan dianggap tidak

cukup kuat untuk mewujudkan mimpinya. Dari gang kecil tempat anak-anak bermain

bola bersama hingga sorotan stadion dan pertandingan penuh tensi, video musik ini

menjadi gambaran tentang keberanian untuk terus percaya pada mimpi, bahkan ketika

semuanya terasa tidak mudah.

Selain menghadirkan visual emosional, video musik ini juga menampilkan bocoran

adegan terbaru dari film animasi keluarga Garuda di Dadaku, termasuk berbagai aksi

pertandingan Putra dan teman-temannya yang akan menjadi salah satu daya tarik

utama film saat tayang di bioskop nanti.

“Buat aku, lagu ini bukan cuma tentang sepak bola, tapi tentang mimpi anak-anak yang

sering kali terlihat sederhana, tapi sebenarnya sangat besar di hati mereka. Yang aku

suka dari music video ini adalah emosinya terasa dekat sekali — tentang anak-anak

yang berani mencoba, berani bermimpi, dan terus berjalan meski sering merasa takut

atau diragukan. Aku rasa banyak dari kita juga pernah memulai mimpi dari

tempat-tempat kecil seperti itu,” ujar Isyana Sarasvati.Sutradara Garuda di Dadaku, Ronny Gani, menjelaskan bahwa video musik ini

memang dirancang untuk memperlihatkan jiwa utama film: tentang keberanian

anak-anak untuk terus percaya pada diri mereka sendiri.

“Putra adalah anak yang sering merasa dirinya tidak cukup kuat untuk mengejar

mimpinya. Tapi justru perjalanan itulah yang membuat ceritanya terasa dekat dengan

banyak orang. Kami ingin video musik ini mengingatkan bahwa mimpi besar tidak selalu

dimulai dari tempat besar. Kadang semuanya dimulai dari langkah kecil, dari keberanian

sederhana untuk terus mencoba, dan dari orang-orang di sekitar yang memilih untuk

percaya dan mendukung kita,” ujar Ronny Gani.

Film animasi keluarga Garuda di Dadaku mengisahkan Putra (Keanu Azka), anak

laki-laki berusia 13 tahun yang perlahan kehilangan rasa percaya dirinya. Saat

kegagalan dan rasa takut membuatnya hampir menyerah pada mimpinya, kehadiran

Gaga (Kristo Immanuel), sosok Garuda kecil magis, membawanya pada perjalanan

menemukan kembali keberanian dan keyakinan pada dirinya sendiri.

Diproduseri oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson,

dengan naskah yang ditulis oleh Sofia Lo bersama Makbul Mubarak, film ini menjadi

interpretasi animasi baru dari IP legendaris karya Salman Aristo dan Shanty Harmayn

yang telah hidup di hati banyak keluarga Indonesia.

Garuda di Dadaku merupakan produksi BASE Entertainment dan KAWI Animation,

dengan ko-produksi bersama Robot Playground Media, serta kolaborasi dengan

Springboard, BolaLob, AHHA Production, BRD Studio, Dasun Pictures, PK Films,

Barunson E&A, IFI Sinema, dan Arendi. Film ini didukung oleh Singapore Film

Commission serta bekerja sama dengan brand partners Pilus Garuda, Indomilk Kids,

dan Chiki.

Saksikan video musik “Garuda di Dadaku” di kanal YouTube BASE Entertainment dan

Isyana Sarasvati, dan nantikan film animasi keluarga Garuda di Dadaku tayang mulai

11 Juni 2026 di bioskop seluruh Indonesia — menjadi pilihan tontonan keluarga di libur

sekolah tahun ini.

#GarudaDiDadaku

#BeraniBermimpi

Akun Resmi:

Instagram: @base.id | @garudadidadaku.film

TikTok: @base.id | @garudadidadaku.film

YouTube: BASE Entertainment Indonesia | @BASEIndonesiaKontak Media

Emira P. Pattiradjawane

thePublicist Haus

+62 822-1197-5148

kontak.thepublicist@gmail.com

Tentang BASE Entertainment

BASE Entertainment adalah studio produksi terkemuka di Asia Tenggara dengan kantor di

Indonesia dan Singapura, didirikan oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson,

dan Ben Soebiakto. Spesialis dalam produksi film dan serial berkualitas tinggi untuk penonton

global, studio ini berkolaborasi dengan talenta-talenta kreatif terbaik untuk menghadirkan cerita

dari Asia ke dunia, termasuk Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) karya Joko Anwar yang

tayang perdana di 2020 Sundance Film Festival dan membawa piala terbanyak di Festival Film

Indonesia di tahun yang sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal Indonesia Netflix

pertama yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi orisinal Netflix Asia Tenggara

pertama Trese, serta Petualangan Sherina 2 (Sherina’s Adventure 2) yang memecahkan rekor box

office di Indonesia. Dengan komitmen kuat pada inovasi cerita, BASE Entertainment terus

mengembangkan produksi-produksi berkualitas yang menjembatani narasi regional dengan daya

tarik global.

Tentang KAWI Animation

KAWI Animation adalah studio pengembangan IP animasi yang berbasis di Jakarta, dengan tim

talenta terbaik Indonesia yang memiliki spesialisasi di bidang Character Designs, Environment

Concepts, Narrative & Story development, dan 3D RnD. Sebagai bagian dari ekosistem BASE

Entertainment, studio film terkemuka Asia Tenggara yang didirikan oleh Shanty Harmayn, Ben

Soebiakto, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson, KAWI Animation berkolaborasi dengan

berbagai kreator dan studio untuk mengembangkan IP berkualitas yang siap diproduksi menjadi

karya animasi. Dukungan dari BASE Entertainment yang telah memproduksi karya-karya seperti

serial orisinal Indonesia Netflix Gadis Kretek (Cigarette Girl) dan serial animasi orisinal Netflix

Trese, COMEDY ISLAND Indonesia & Filipina di Prime Video, serta film Perempuan Tanah

Jahanam (Impetigore), memperkuat posisi KAWI Animation sebagai pengembang IP animasi

terdepan di Indonesia yang menghubungkan talenta lokal dengan standar produksi internasional.


Komentar