DOSA: PENEBUSAN ATAU PENGAMPUNAN, Produksi perdana dari HAS Pictures dan HAS Creative di layar lebar yang menyusung genre Horor yang berbeda dan paket komplit (Drama, Horor, Gore dan Slasher
Sinopsis DOSA PENEBUSAN ATAU PENGAMPUNAN
Ketika pasangan suami istri muda, Bima yang diperankan oleh Riza Irsyadillah dan Ersya yang dimainkan oleh Ratu Sofya, memutuskan untuk melakukan perjalanan keluar kota demi sebuah urusan mendesak. Meskipun rencana tersebut terlihat biasa, suasana berubah menjadi tegang ketika Nungki, ibu dari Bima yang diperankan oleh Dominique Sanda, merasakan firasat buruk yang sangat kuat dan melarang keras anak serta menantunya untuk berangkat pada hari itu. Ketegangan antara menantu dan mertua ini mencapai puncaknya ketika restu sang ibu dianggap sebagai angin lalu oleh pasangan tersebut yang sudah dibutakan oleh kepentingan pribadi mereka.Ketidaksabaran Ersya terhadap kekhawatiran ibu mertuanya mendorongnya melakukan tindakan nekat dengan mencekoki Nungki menggunakan obat tidur agar mereka bisa menyelinap pergi tanpa hambatan. Perbuatan ini menjadi simbol awal dari serangkaian kesalahan moral yang nantinya harus mereka bayar dengan harga yang sangat mahal di tengah perjalanan mereka. Pengabaian terhadap nasihat orang tua ini menciptakan dasar konflik yang kuat, menggambarkan betapa egoisme seringkali menjadi pembuka jalan bagi tragedi yang tidak terduga dalam kehidupan rumah tangga. Suasana perjalanan yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi mencekam ketika mobil yang dikendarai Bima memasuki wilayah perbukitan yang sunyi dan berkabut tebal. Di jalur yang sempit dan berbahaya tersebut, nasib mempertemukan mereka dengan Nanang, seorang sopir truk ugal-ugalan yang diperankan oleh Revaldo, yang mengakibatkan kecelakaan hebat hingga menghancurkan kendaraan mereka. Insiden traumatis di jalanan sunyi ini menjadi titik balik di mana kenyataan mulai bergeser menjadi sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada sekadar kecelakaan lalu lintas biasa. Dalam kondisi terluka parah dan terisolasi dari peradaban, Bima dan Ersya terpaksa mencari perlindungan di sebuah bangunan tua yang berdiri kokoh di tengah kesunyian perbukitan, yang ternyata adalah sebuah hotel tua misterius. Kedatangan mereka disambut oleh seorang resepsionis bernama Sheren, diperankan oleh Jennifer Eve, yang menunjukkan sikap dingin dan perilaku yang sangat tidak lazim bagi seorang pelayan jasa penginapan. Atmosfer hotel yang lembap dan minim cahaya seketika memberikan rasa tidak nyaman yang mendalam, membuat pasangan ini merasa bahwa mereka tidak benar-benar sendirian di tempat tersebut. Malam yang seharusnya menjadi waktu untuk memulihkan diri justru berubah menjadi serangkaian teror yang mengaburkan batas antara realitas fisik dan mimpi buruk yang menyeramkan. Bima mulai menyadari bahwa hotel tersebut bukanlah tempat perlindungan, melainkan sebuah jebakan yang telah dirancang untuk mengonfrontasi mereka dengan bayang-bayang masa lalu yang berusaha mereka lupakan. Setiap sudut ruangan seolah-olah memiliki mata yang mengawasi, dan suara-suara aneh mulai terdengar dari balik dinding-dinding yang sudah rapuh dimakan usia.
***

Komentar
Posting Komentar