402 RUMAH SAKIT ANGKER KOREA, Adaptasi dari Film Korea dan Syutingnya langsung dari Rumah Sakit Angker di korea serta menggunakan 28 Kamera selama proses syuting berlangsung

Jakarta, 19 Mei 2026 -- Md Pictures berkolaborasi dengan Umbara Brothers merilis Official Poster dan Trailer 402 RUMAH SAKIT ANGKER KOREA
A Film By Anggy Umbara

Dihadiri Oleh 
• Indah Destriana (Produser Umbara Brothers)
• Anggy Umbara ( Sutradara)
• Lele Laila (Penulis)
• Arbani Yasiz
• Elang El Gibran
• Aylena Fusil
• Saputra Kori
• Lea Ciarachel
Dan masih banyak cast lainnya

402 RUMAH SAKIT ANGKER KOREA
9 Juli 2026 di Bioskop. 402 RUMAH SAKIT ANGKER KOREA merupakan film Adaptasi dari Film Korea Berjudul Gonjiam Haunted Asylum, Film Adaptasi Korea tersebut sudah legendaris dan terkenal Angker. Film ini berkisah tentang penelusuran beberapa orang yang datang ke rumah sakit tua. Mereka mendokumentasikan petualangan tersebut melalui kamera. Penulis skenario Lele Laila menjelaskan, tim produksi awalnya mencari lokasi asli untuk dijadikan lokasi syuting. Namun tempat tersebut sudah rata dengan tanah. "Akhirnya kita cari tahu lagi, ada nggak ya rumah sakit lain yang bisa kita kulik. Sampai akhirnya kemudian menemukanlah dan membentuklah si Yeongwon Hospital. Indah Destriana, Associate Producer 402 Rumah Sakit Angker Koreamengungkapkan bahwa tantangan terbesar film ini datang dari sisi teknis. Menurutnya, sebelum memulai proses syuting, tim produksi harus melakukan riset panjang sekitar tiga atau empat bulan untuk menemukan sistem kamera yang tepat demi mendukung konsep POV dan pengambilan gambar 360 derajat. Mungkin film-film biasa yang dicari pertama adalah pemain. Kalau kita, kita simulasi teknis dulu. Teknisnya tuh berat sekali. Jadi mungkin tiga atau empat bulan kita riset, kita cari tahu, gimana caranya ada rigging di badan pemain,” Ia juga menjelaskan bahwa proses trial and error, bahkan masih berlangsung hingga hari pertama syuting. Anggy Umbara menambahkan bahwa film ini total menggunakan 28 kamera, dengan setiap pemain bahkan bisa membawa lebih dari dua kamera dalam satu adegan. “Kita pakai 28 kamera, jadi setiap orang pakai di dadanya ada dua, GoPro ke mukanya dan ke depan. Itu yang udah harus. Dan setiap orang lagi, ini kayak Elang (Elang El Gibran) megang satu kamera gede lagi. Terus dia megang senter juga gitu, jadi satu orang tuh minimum pegang tiga kamera,” tambah sang sutradara. Menurut Indah, karena harus mengenakan berbagai perangkat kamera dan alat pendukung selama syuting berlangsung, proses pengambilan gambar pun terasa lebih menantang secara fisik bagi para pemain karena panas dari perangkat transmitter yang terus aktif di tubuh pemain. Mungkin Kori (Saputra Kori) ngerasain di badannya panas. Karena banyak alat di belakang badan pemain. Bukan karena ketempelan, tapi karena kepanasan alat, kan di badan mereka ditempeli transmitter,” lanjutnya. Karena menggunakan pengambilan gambar 360 derajat, tim produksi pun tidak diperbolehkan berada di dekat set agar tidak ikut tertangkap kamera. Bahkan, Anggy Umbara harus memantau proses syuting dari jarak jauh. “Itu harus jauh, karena mereka muternya kan 360 derajat,” ungkap Anggy. Hal ini ternyata sempat membuat para pemain merasa seperti sendirian di set. Indah menegaskan, kondisi tersebut bukan karena kru benar-benar meninggalkan lokasi, melainkan karena keterbatasan ruang gerak akibat sistem kamera yang digunakan. Dengan banyaknya GoPro dan konsep point of view 360 derajat, kru tidak bisa berada dekat area syuting.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DUSUN MAYIT, Kisah nyata dari thread Jeropoint yang terjadi di Gunung Werilang

PERTARUHAN THE SERIES 3, Banyak bintang baru yang terlibat di series ini

TAK KENAL MAKA TAARUF, Film yang menyampaikan banyak pesan moral bahwa mencari pasangan dengan cara di ridai Tuhan SWT