GANTENG GANTENG GENTENG: KONTES OTOT PALING VIRAL, Eksekusi Jay Sukmo yang hadirkan Drama Komedi seru dan Absurd di perankan Antonio Blanco dan Zsa Zsa Utari
Vidio Original Series "Ganteng-Ganteng Genteng: Kontes Otot Paling Viral" Hadirkan Drama Komedi Seru dan Absurd Dibintangi Antonio Blanco Jr. dan Zsa Zsa Utari Tayang Eksklusif di Vidio mulai 24 April 2026 Vidio ORIGINAL GANTENG-GANTENG GENTENG: KONTES OTOT PALING VIRAL Tayang 24 April 2026
Jakarta, 23 April 2026 -- Vidio Originals menggelar Press Screening dan Press Conference Series terbarunya berjudul GANTENG GANTENG GENTENG: KONTES OTOT PALING VIRAL
A Film By Jay Sukmo
Berlokasi di MeltingPop Mbloc
Dihadiri Oleh
• Jay Sukmo (Sutradara)
• Antonio Blanco
• Rafly Altama
• Dian Sidik
• Apos Hutagaol
• Jasmine Nadya
• Zsa Zsa Utari
Dan masih banyak cast lainnya
Saksikan Series GANTENG GANTENG GENTENG tayang 24 April 2026 di Vidio. Apa yang terlintas di kepala saat mendengar kata "ganteng" dan "genteng" dalam satu judul? Mungkin terdengar nyeleneh, mungkin juga bikin senyum-senyum sendiri. Tapi justru di situlah letak keunikannya. Ganteng-Ganteng Genteng: Kontes Otot Paling Viral hadir bukan sekadar judul yang catchy, tetapi membawa kisah yang absurd, hangat, dan penuh kejutan tentang seorang bos muda dari kota yang hidupnya Jungkir balik saat terpaksa turun ke desa demi menyelamatkan pabrik genteng keluarganya. Di tengah usahanya beradaptasi dengan para mandor dan kerasnya dinamika lapangan, ia mendapatkan ide tak terduga dari kebiasaan para kuli genteng: sebuah kontes otot. Tak dinyana ini menjadi hal yang heboh dan perlahan berubah menjadi harapan baru bagi masa depan pabrik tersebut. Vidio Original Series Ganteng Ganteng Genteng mulai tayang 24 April 2026 eksklusif di Vidio dengan total 7 episode. Series produksi BASE Entertainment dan Studio Antelope ini membawa penonton ke sebuah dunia yang terasa sangat dekat, sangat lokal, namun justru di situlah letak kesegarannya. Di tengah gempuran cerita cinta yang berat dan drama perkotaan yang glamor, Ganteng-Ganteng Genteng hadir seperti angin segar, fun, ringan, penuh kekacauan yang menghibur, tapi tetap mengena di hati. Joni Wirata (Antonio Blanco Jr,) adalah pewaris PT Wirata Konstruksi Bahari yang hidupnya tak pernah jauh dari privilege, pesta, dan ambisi besar untuk merebut kursi direktur dari sang kakak, Claudia. Namun semuanya runtuh dalam semalam ketika emosinya meledak dan video dirinya memukul seorang investor viral di media sosial. Reputasinya hancur, jabatannya dicopot, dan satu-satunya peluang untuk membuktikan diri tersisa pada sebuah aset bermasalah: pabrik genteng tua milik keluarga di desa Ciwani yang selama ini gagal dijual. Berbekal sisa uang tunai dan ego yang masih menyala, Joni pergi ke Ciwani dengan satu tujuan, menjual pabrik itu dan kembali ke Jakarta sebagai pemenang. Namun kenyataan jauh dari bayangannya. Yang ia temukan justru desa yang gersang, pabrik yang nyaris runtuh, serta para pekerja dengan karakter nyentrik yang sama sekali tidak percaya padanya. Di tengah segala kekacauan itu, Joni bertemu Kang Odoy (Joe Project P), mandor keras kepala yang melihat pabrik sebagai sumber hidup warga, Ayas (Zsa Zsa Utari), yang tangguh dan mandiri, serta para pekerja lain seperti Kipli (Dian Sidik), Taulib (Apos Hutagaol), Ujang (Rafly Altama) yang perlahan memperlihatkan dunia yang tak pernah ia kenal sebelumnya. Saat semua rencananya menemui jalan buntu, sebuah kejadian absurd justru membuka peluang baru: kontes adu kekuatan otot para pekerja pabrik yang heboh, dan tak terduga viral. Dari sanalah Joni mulai melihat kemungkinan lain, bukan sekadar menjual pabrik, tetapi mengubah keunikan Ciwani menjadi sesuatu yang bernilai. Di tengah ambisinya, Joni pun mulai dihadapkan pada pilihan yang jauh lebih besar: mengejar kekuasaan, atau menjaga tempat yang telah menjadi rumah bagi banyak orang. Berangkat dari konsep orisinal karya Ratih Kumala, yang terinspirasi dari fenomena Binaraga Jebor Jatiwangi Cup garapan Jatiwangi Art Factory. Ganteng-Ganteng Genteng berawal dari ide Ratih Kumala, novelis ternama, setelah membaca artikel tentang pekerja pabrik genteng di Jatiwangi yang berlatih untuk mengikuti kompetisi binaraga lokal, Jatiwangi Bodybuilding Cup di Majalengka, Jawa Barat. Ide yang terdengar out of the box ini justru menyimpan potensi visual dan emosional yang kuat. Berangkat dari sana, tim penulis yang dipimpin Rifki Ardisha bersama tim produksi melakukan riset langsung ke Jatiwangi Art Factory, sebagai penggagas acara, sekaligus menyaksikan langsung Jatiwangi Jebor Cup 2025. Dari situ lahirlah sebuah dunia yang penuh dengan karakter-karakter unik, ada humor, drama, absurditas, tapi juga ada kemanusiaan yang kuat. Itu yang menjadi benang merah pengembangan cerita. Jay Sukmo sebagai sutradara mengolah latar pabrik genteng di Jatiwangi menjadi dunia yang terasa autentik sekaligus menarik secara sinematik. Syuting dilakukan langsung di Jatiwangi, yang secara alami memiliki karakter lanskap yang kuat, panas, gersang, dan penuh tekstur visual. Ini menjadi seting yang sulit di replika di Jabodetabek. Jay kemudian memperkaya setiap frame dengan sentuhan artistik yang tetap natural agar selaras dengan tone komedi drama series ini. Selain visual, Jay juga memberi perhatian pada detail keseharian karakter, mulai dari pemain utama hingga extras, agar kehidupan di pabrik terasa nyata. Untuk mendukung hal ini, para pemain menjalani workshop langsung sebagai pekerja pabrik sebelum syuting dimulai. Menariknya, selama proses syuting di Jatiwangi, antusiasme warga sekitar juga sangat terasa. Banyak warga datang untuk menonton langsung jalannya produksi. Bahkan, kehadiran mereka memicu munculnya para penjaja kaki lima yang ikut berjualan di sekitar lokasi. Suasananya pun terasa seperti karnaval kecil setiap hari. Ramai, hangat, dan penuh interaksi antara warga dan kru. Tentu saja, demi kelancaran produksi, semua aktivitas tetap diatur agar berlangsung di area yang aman dan tidak mengganggu proses syuting. "Jatiwangi sudah punya karakter visual yang sangat kuat. Tugas saya adalah menjaga semuanya tetap natural, hidup, dan estetik, sehingga penonton bisa percaya dengan dunia yang kami hadirkan," ujar Jay Sukmo.
Totalitas Antonio Blanco Jr.: Dari Belajar Bikin Genteng hingga Intermittent Fasting Demi Joni
Antonio Blanco Jr. merasa excited melakoni peran sebagai Joni, apalagi karakter ini terasa sangat dekat karena memiliki sisi yang relatable dengan dirinya, mulai dari sosok anak kota yang terbiasa hidup nyaman hingga sifat impulsif yang apa adanya. Tetapi justru yang paling menarik baginya adalah perjalanan transformasi Joni, dari seorang spoiled kid yang hanya mengejar ambisi menjadi sosok yang perlahan menemukan empati, kepedulian, dan arti keluarga di tempat yang sama sekali tak pernah ia bayangkan. Demi mendalami peran ini, Antonio menjalani workshop di lokasi, belajar membuat genteng, puasa intermittent hingga mempersiapkan fisik untuk adegan-adegan kontes otot yang menjadi salah satu highlight series ini. "Workshop di Jatiwangi itu salah satu pengalaman paling berkesan buat gue. Kita literally turun langsung jadi 'kuli genteng. Mulai dari ngumpulin tanah liat, ngebentuk, motong, sampai pressing dan bakar genteng. Di situ baru kerasa banget ternyata prosesnya nggak gampang. Kita juga banyak ngobrol sama warga dan para pekerja, jadi makin paham keseharian mereka. Itu sih yang bikin gue lebih relate dan bisa ngebawa karakter Joni jadi lebih hidup," jelas Antonio Blanco Jr.
Antonio juga menambahkan kalau salah satu adegan yang memorable adalah saat scene panggung kontes otot final, karena semua pemain berkumpul dan treatment secara kolosal. Di situ menurutnya emosinya lengkap banget, ada sisi komedi, adegan yang intens, sampai momen yang menyentuh. Secara teknis juga cukup menantang karena shot-nya banyak dan mereka harus berpacu dengan waktu.
Zsa Zsa Utari hadirkan Ayas yang tangguh, hangat, dan bikin jatuh hati
Di tengah kekacauan Joni, hadir Ayas (Zsa Zsa Utari), perempuan desa yang tangguh, mandiri, dan punya hati besar. la bukan tipe karakter perempuan yang hanya hadir sebagai love interest. Ayas punya dunianya sendiri, punya beban sendiri, dan justru menjadi salah satu pusat emosional cerita. "Ayas itu perempuan yang kalau ada masalah ya jalan dulu, gas dulu, nanti dipikirin sambil jalan," ujar Zsa Zsa sambil tertawa. Menurutnya, karakter ini sangat membekas secara personal. "Yang aku suka dari Ayas adalah dia selalu mengupayakan yang terbaik untuk keluarga. Dia kuat, tapi tetap hangat. Ada banyak sisi yang aku relate banget." Zsa Zsa juga menyoroti chemistry yang terbangun natural bersama Antonio. "Lucunya, dari awal reading kita tuh langsung click. Ngobrol, bercanda, curhat, dan chemistry-nya ngalir aja. Jadi pas di layar, semuanya terasa natural. He's such a great partner to work with Ganteng-Ganteng Genteng juga semakin semarak dengan kehadiran para pemain lain seperti Dian Sidik, Joe Project P, Apos Hutagaol, Nugie, Rafly Altama, Jasmine Nadya, Adinda Thomas, serta deretan pemeran pendukung lainnya yang menghadirkan warna tersendiri di setiap episode. Masing-masing karakter tampil dengan keunikan yang kuat, menghadirkan humor yang terasa natural.
Lebih dari Tawa: Cerita Tentang Perubahan dan Tantangan Kehidupan
Lebih dari sekadar komedi, Ganteng-Ganteng Genteng menghadirkan cerita segar tentang kehidupan desa yang keras namun hangat. Lewat perjalanan Joni, penonton diajak melihat transformasi dari sosok penuh ambisi menjadi pribadi yang lebih tulus, sekaligus menyentuh isu sosial seperti kesenjangan urban-rural dalam balutan komedi yang ringan dan membumi. Jangan lewatkan keseruan, kehangatan, dan kekacauan paling absurd dari Vidio Original Series Ganteng-Ganteng Genteng, mulai 24 April 2026, dengan episode terbaru setiap Jumat, hanya di Vidio.
Tentang Vidio
Vidio adalah platform OTT terdepan di Indonesia yang menghadirkan berbagai konten berkualitas yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Mulai dari olahraga kelas dunia, TV live streaming, konten berlisensi, hingga produksi eksklusif Vidio Original Series. Selama lebih dari satu dekade, Vidio menghadirkan lebih dari sekadar pengalaman menonton. Vidio Lebih Dari Hiburan, menjadi koneksi emosional yang membangun pengalaman bersama bagi para penonton di seluruh Indonesia. Untuk para pencinta olahraga, Vidio menghadirkan lebih dari 70 kompetisi olahraga berskala global dan nasional. Berikut pertandingan bergengsi yang pernah dan sedang ditayangkan mulai dari FIFA World Cup, Summer Olympic Games, Premier League, UEFA Champions League, BRI Super League, SEA VLeague, Proliga, Livoli, Wimbledon, Formula 1, MotoGP, hingga Combat Sports seperti Byon Combat, dan masih banyak lagi. Dengan pengalaman sebagai official broadcaster untuk multi-event seperti Olimpiade Tokyo 2020 dan Asian Games 2018, Vidio membuktikan komitmennya dalam memberikan tayangan Lebih Dari Menang Kalah-menghubungkan semangat, kebanggaan, dan solidaritas dalam setiap pertandingan. Di sisi lain, Vidio juga dikenal sebagai pionir dalarn produksi Vidlo Original Series-menjadi OTT Indonesia dengan jumlah produksi original terbanyak. Vidio hadir sebagal trendsetter yang terus mengangkat cerita lokal menjadi konten yang kuat, relevan, dan berkelas.
***
Komentar
Posting Komentar