BADAN PERFILMAN INDONESIA, mengumumkan susunan pengurus 2026 - 2030
Badan Perfilman Indonesia Umumkan Susunan Pengurus 2026-2030,
Siap Perkuat Ekosistem Film Nasional
Jakarta, April 2026 -- Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI), Fauzan Zidni, resmi
mengumumkan susunan pengurus BPI periode 2026-2030. Pengumuman ini menjadi tonggak
penting di tengah momentum kebangkitan industri perfilman Indonesia pascapandemi.
“Agenda utama yang disiapkan adalah peningkatan SDM perfilman melalui sinkronisasi kurikulum,
program magang-hub, dan pengiriman talenta muda ke sekolah film terbaik di luar negeri serta
berbagai film lab internasional. Selain itu, BPI akan menyusun revisi UU Perfilman bersama
Kementerian Kebudayaan untuk penguatan kelembagaan BPI, penguatan profesi perfilman,
penguatan dukungan pemerintah terhadap perfilman, kepastian hukum dan kemudahan investasi,
serta perlindungan kebebasan berekspresi,
” ujar Fauzan.
Fauzan menambahkan bahwa BPI juga memiliki agenda lain, seperti gerakan anti-pembajakan film
secara menyeluruh, penyelenggaraan Festival Film Indonesia, dan pelaksanaan fungsi-fungsi BPI
seperti tertuang di UU Perfilman.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut menyampaikan harapannya kepada kepengurusan baru.
"BPI memiliki posisi yang sangat penting sebagai jembatan antara pemerintah dan insan perfilman. Kami berharap BPI dapat semakin menguatkan ekosistem perfilman Indonesia, mendorong tata kelola yang transparan, serta membuka ruang yang lebih luas bagi talenta kreatif di seluruh Indonesia,
" ujarnya.Siaran Pers Untuk Segera Diterbitkan
Berikut adalah struktur kepengurusan BPI 2026-2030
Dewan Pengawas
Judith Jubilina Dipodiputro (ketua),
Fajar Nugros, Danu Murti,
Agustina Kusuma Dewi,
Nasaruddin Saridz
Dewan Penasehat
Reza Rahadian (ketua),
Christine Hakim,
Joko Anwar,
Dede Yusuf
Dewan Pakar
Dara Bunga Rembulan,
Gusti Randa,
Immanuel Prasetya Gintings,
Adisurya Abdy,
Daniel Rudi Haryanto,
Muspita Leni Lolang,
Rully Sofyan
Ketua Umum
Fauzan Zidni
Sekretaris Jenderal
Nazira C. Noer
Bendahara Umum
Sindy Dewiana
Wakil Sekjen Bidang Ekosistem
Perfilman
Aline Jusria
Kepala Komunikasi
Vivi Coster
Kepala Sekretariat
Rizky Yudo Atmaja
Ketua Bidang Organisasi
Anggi Frisca
Ketua Bidang Kebijakan Publik
Suprayitno dan Rommy Fibri Hardiyanto
Ketua Bidang Pengembangan
SDM
Naswan Iskandar
Ketua Bidang Hubungan
Internasional
Yulia Evina Bhara
Ketua Bidang Festival
Wulan Guritno
Ketua Bidang Literasi Film
Putri Ayudya
Ketua Bidang Penelitian dan
Pengembangan
Dyna Herlina Suwarto
Ketua Bidang Pengembangan
Film Daerah
Tonny Trimarsanto
Ketua Bidang Kerjasama
Luna Maya
Ketua Bidang Fasilitasi
Pembiayaan
Tesadesrada Ryza
Ketua Bidang Pelestarian Film Farry Hanief dan Julita Pratiwi
Pokja Kajian & Advokasi
Rencana Induk Perfilman
Nasional
Aria Agni, Panji Wibowo, Andi S. Boediman, dan Kus
Sudarsono
Pokja Kajian Akselerasi
Pengembangan SDM
Arif Sulistiyono, Celerina Judisari, Rina Harahap, dan Agung
Sentausa
Pokja Kajian Pelestarian Film Riri Riza, Lisabona Rahman
Satgas Anti Pembajakan Hermawan Sutanto, Axel Hadiningrat
Komite Festival Film Indonesia
2026
Ario Bayu (ketua), Budi Irawanto, Prilly Latuconsina, Rahajeng
Paramesrani, Sofia Setyorini, Andi F. Yahya, dan Rangga
Djoned
Dengan susunan kepengurusan dan Pokja yang telah terbentuk, Badan Perfilman Indonesia (BPI)
berkomitmen untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi kinerja dengan seluruh insan perfilman.
Momen ini adalah kesempatan untuk bergerak bersama, memastikan setiap program kerja
dilaksanakan dengan unggul demi memperkuat ekosistem perfilman nasional dan memajukan
perfilman Indonesia.
*****
Tentang Badan Perfilman Indonesia (BPI):
Berdiri pada 17 Januari 2014 berdasarkan UU No. 33 Tahun 2009, Badan Perfilman Indonesia adalah lembaga swasta mandiri yang dibentuk masyarakat sebagai ruang bersama bagi seluruh elemen perfilman Indonesia: dikukuhkan Presiden, difasilitasi Pemerintah. BPI memiliki tugas: memberikan masukan dan rekomendasi kepada Pemerintah dalam mendorong kebijakan perfilman dan mempercepat PP Rencana Induk Perfilman Nasional dan PP Sanksi. Menyelenggarakan dan mengikuti festival film di dalam dan luar negeri. Mempromosikan Indonesia sebagai lokasi pembuatan film asing. Melakukan penelitian dan pengembangan perfilman. Memberikan penghargaan kepada insan perfilman. Memfasilitasi pendanaan pembuatan film bermutu tinggi Narahubung
***
Komentar
Posting Komentar