SUZZANNA: SANTET DOSA DIATAS DOSA, Puisi Suami Suzzanna, Clift Sangra untuk Ratu Horor: Aku Takut Lupa Suaramu yang Paling Sederhana
Puisi Suami Suzzanna, Clift Sangra untuk Ratu Horor: Aku Takut Lupa Suaramu yang Paling Sederhana Clift Sangra bermain di film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa. Tonton di bioskop saat ini
Jakarta, 22 Maret 2026 — Aktor legendaris Clift Sangra mengenang mendiang istrinya, sang Ratu Horor Indonesia, Suzzanna. Clift, saat ini bermain di film waralaba adaptasi IP legendaris SUZZANNA, SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa, bersama Luna Maya dan Reza Rahadian yang diproduksi Soraya Intercine Films dan diproduseri Sunil Soraya. Dalam sebuah puisi yang ditulis Clift, ia mengenang masa-masa bersama sang istri dan menuliskan pesan yang menyentuh. Clift menulis ia sangat merindukan sosok Suzanna dan momen kebersamaan mereka. “Andai kau ada di sampingku saat ini, aku mungkin tak akan banyak bicara. Karena sejak kau pergi, aku sangat merindukanmu,” tulis Clift Sangra dalam puisinya. “Orang-orang mengenangmu sebagai legenda ratu horor Indonesia. Sebagai sosok yang menghantui layar. Tapi bagiku, kau hanyalah perempuan yang tertawa pelan di ruang tamu. Yang menggenggam tanganku lebih erat saat dunia terasa berat,” lanjut Clift. Clift dan Suzzanna sendiri kerap bermain bersama dalam satu layar pada masanya. Beberapa di antaranya judul legendaris seperti Sangkuriang (1982), Nyi Blorong (1982), Perkawinan Nyi Blorong (1983), dan Ajian Ratu Laut Kidul (1991). Kini, bertaut puluhan tahun sejak kepergian Suzzanna, Clift ikut menghidupkan kembali legacy istrinya. Uniknya, di film terbaru SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa, Clift bermain sebagai Bisman, tokoh yang menjadi ‘lawan’ Suzzanna di film. Suatu hal yang berbeda dengan masa terdahulu saat mereka kerap menjadi pasangan. “Mereka takut pada tatapanmu di layar. Aku justru takut pada satu hal: takut lupa suara tawamu yang paling sederhana,” kata Clift. Dalam sebuah puisi romantis Clift untuk Suzzanna, ia juga menuliskan pesan yang menyentuh tentang cinta sejati. “Waktu boleh memisahkan ragamu dariku, tapi cintaku tak pernah belajar cara berpamitan,” kata Clift. Terima kasih sudah memilihku sebagai rumahmu. Dan maaf, karena sampai hari ini aku masih belum siap hidup tanpa bayanganmu,” tutup Clift. Ia pun mengajak penonton Indonesia dan para fans sejati Suzzanna untuk menonton film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa sebagai cara untuk mengabadikan legacy dan karya-karya Suzzana. “Suzzanna, karyamu kekal abadi. Tepat lebaran tahun ini, bersama lintas generasi, rayakan lebaran di bioskop bersama Bunda Suzzanna.” Diproduseri oleh Sunil Soraya, film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa menjadi produksi Soraya Intercine Films yang didukung oleh Legacy Pictures dan Navvaros Entertainment, menghidupkan kembali IP horor paling legendaris Indonesia untuk menghibur penonton di libur Lebaran! Tonton horor kolosal mewah dalam film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa mulai 18 Maret 2026 di bioskop Indonesia! Ikuti informasi terbaru melalui Instagram resmi @sorayaintercinefilms dan @filmsuzzanna.official.
***
Sinopsis
Suzzanna (Luna Maya) dicintai oleh Bisman (Clift Sangra), penguasa desa yang kejam. Namun, karena haus kekuasaan, Bisman malah menyantet ayah Suzzanna hingga tewas. Dendam atas kematian sang ayah pun mendorong Suzzanna mempelajari ilmu Santet. Ketika balas dendam, Suzzanna menyadari kekuatan Bisman jauh lebih besar dari yang ia duga. Di tengah perjalanan, ia jatuh cinta pada Pramuja (Reza Rahadian), pria taat agama yang tak mengetahui rahasianya. Hingga akhirnya, Suzzanna dihadapkan pada pilihan: meneruskan dendam, atau mempertaruhkan segalanya demi cinta!
Catatan Produksi:
Judul Film : SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa
Produksi : Soraya Intercine Films
Sutradara : Azhar Kinoi Lubis
Penulis : Ferry Lesmana, Jujur Prananto & Sunil Soraya
Produser : Sunil Soraya
Genre : Horor-Aksi
Pemain : Luna Maya, Reza Rahadian, Clift Sangra, Nai Djenar Maesa Ayu, Adi Bing Slamet, El Manik, Yatti Surachman, Iwa K, Nunung, Andi/Rif, Budi Bima, Aziz Gagap, Ence Bagus, Sabar Bokir, Petrix Gembul, dan Piet Pagau.
***

Komentar
Posting Komentar