CHILDREN OF HEAVEN, Film Legendaris Asal Iran yang di Remake oleh Indonesia di Sutradarai Hanung Bramantyo
Jakarta, 4 Maret 2026 -- MD Pictures menggelar Official Teaser Poster dan Teaser Trailer
CHILDREN OF HEAVEN A Film By Hanung Bramantyo
Berlokasi di Epicentrum XXI
Dihadiri Oleh
• Manoj Punjabi (Produser)
• Hanung Bramantyo (Sutradara)
• Andri Mashadi
• Faradina Mufti
• dan Masih banyak Cast lainnya
MD Pictures bersama sutradara Hanung Bramantyo bersiap merilis remake dari film legendaris asal Iran, Children of Heaven.
Manoj Punjabi selaku produser menyadari betul mengadaptasi film yang pernah masuk nominasi Oscar ini bukanlah perkara mudah. Ia dengan tegas menyatakan tujuan utama pembuatan film ini bukan untuk sekadar memeras air mata penonton lewat cara yang klise. "Saya gak lagi mau jual kemiskinan, saya gak lagi mau coba caper 'lu harus nangis', nggak. Poinnya bukan ke sana. Kalau kita mau coba buat orang nangis itu kita gagal," kata Manoj Punjabi Teaser poster film Children of Heaven versi remake Indonesia resmi diperkenalkan ke publik. Informasi tersebut dilansir dari unggahan akun Facebook Moviezy yang menampilkan proyek terbaru garapan sineas ternama Tanah Air. Film ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan diproduksi oleh MD Pictures.Sejalan dengan visi produser, Hanung Bramantyo yang duduk di kursi sutradara juga memegang teguh esensi dari karya asli garapan sineas Majid Majidi tersebut. Menurutnya, situasi serba kekurangan yang dialami oleh karakter kakak beradik Ali dan Zahra harus dihadapi dengan cara yang tangguh. "Ini bukan eksploitasi kemiskinan, ini murni menunjukkan martabat kita sebagai manusia. Indonesia dalam keadaan kekurangan, kemiskinan ada di mana-mana, tapi kita tidak boleh ngemis," ujar Hanung Bramantyo. Remake ini mengadaptasi kisah klasik tentang perjuangan dua anak dalam keterbatasan ekonomi keluarga. Children of Heaven mengangkat cerita Ali dan Zahra, kakak-beradik yang hidup di bawah garis kemiskinan. Konflik bermula ketika sepatu Zahra hilang, memaksa keduanya bergantian memakai satu pasang sepatu untuk bersekolah. Demi menyembunyikan masalah tersebut dari orang tua mereka, Ali mengambil keputusan besar dengan mengikuti lomba lari. Hanung Bramantyo juga menambahkan kisah dua saudara ini adalah representasi nyata dari hidup di tengah impitan ekonomi. Ia tidak ingin penonton hanya terjebak pada rasa iba, melainkan melihat daya juang anak-anak yang dipaksa dewasa oleh keadaan. "Kita tidak boleh mengeksploitasi kesedihan itu, meratapi kesedihan itu. Kita tetap harus berdaya karena Indonesia adalah manusia-manusia yang beradab dan bermartabat," tegas Hanung Bramantyo. Lebih lanjut, suami Zaskia Adya Mecca itu menyerahkan sepenuhnya reaksi emosional kepada para penonton. Ia memastikan adegan-adegan di film Children of Heaven versi Indonesia dibiarkan mengalir riil apa adanya tanpa bumbu dramatisasi yang berlebihan. Jadi kalau teman-teman berharap film ini akan mengurai drama, air mata, segala macam, nggak. Tapi kalau teman-teman menangis karena menonton film ini, itu urusan teman-teman semua bersentuhan dengan film ini. Saya hanya menunjukkan bahwa hidup itu seperti ini," pungkasnya. Film Children of Heaven versi Indonesia menampilkan bintang cilik Jared Ali dan Humaira Jahra sebagai pemeran utama. Turut didukung oleh kualitas akting aktor dewasa seperti Andri Mashadi dan Faradina Mufti, film keluarga penuh makna ini dijadwalkan akan menghiasi layar bioskop pada 27 Mei 2026 mendatang.Sinopsis Film Children of Heaven
Cerita berpusat pada Ali, bocah berusia sembilan tahun, dan adiknya Zahra. Keduanya hidup dalam keluarga miskin di kawasan padat penduduk. Suatu hari, ibu mereka meminta Ali memperbaiki sepatu Zahra yang rusak ke tukang sol. Namun, nasib buruk menimpa karena sepatu yang ia simpan di pinggir jalan tiba-tiba hilang dibawa pemulung.
Takut dimarahi dan sadar bahwa keluarganya tidak mampu membeli sepatu baru, Ali memilih menyembunyikan kejadian itu dari orang tuanya. Ia memohon maaf kepada Zahra dan berjanji akan menggantikan sepatunya suatu hari nanti. Namun untuk sementara, mereka harus berbagi sepasang sepatu yang tersisa, yaitu sepatu milik Ali yang sudah lusuh.
Redaksi Media : KOBOY MOVIE THEATER
Cerita berpusat pada Ali, bocah berusia sembilan tahun, dan adiknya Zahra. Keduanya hidup dalam keluarga miskin di kawasan padat penduduk. Suatu hari, ibu mereka meminta Ali memperbaiki sepatu Zahra yang rusak ke tukang sol. Namun, nasib buruk menimpa karena sepatu yang ia simpan di pinggir jalan tiba-tiba hilang dibawa pemulung.
Takut dimarahi dan sadar bahwa keluarganya tidak mampu membeli sepatu baru, Ali memilih menyembunyikan kejadian itu dari orang tuanya. Ia memohon maaf kepada Zahra dan berjanji akan menggantikan sepatunya suatu hari nanti. Namun untuk sementara, mereka harus berbagi sepasang sepatu yang tersisa, yaitu sepatu milik Ali yang sudah lusuh.

Komentar
Posting Komentar