SENGKOLO: PETAKA SATU SURO, Sebuah film yang memiliki Cerita dan istiadat lokal yang kuat serta di eksekusi mencekam


Jakarta, 13 Januari 2026
-- MVP Pictures menggelar Press Screening dan Press Conference 

SENGKOLO: PETAKA SATU SURO

A Film By Deni Saputra

Berlokasi di Epicentrum XXI

Dihadiri Oleh

• Raam Punjabi (Produser)

• Hadrah Daeng Ratu (Produser Eksekutif)

• Deni Saputra (Sutradara)

• Aulia Sarah

• Agla Artalidia

• Cindy Nirmala

• Dimas Aditya

• Diaz Ardiawan

Dan Masih banyak cast lainnya

Saksikan SENGKOLO: PETAKA SATU SURO tayang 22 Januari 2026 di bioskop. Sengkolo: Petaka Satu Suro merupakan film horor yang terinspirasi dari kepercayaan dan budaya Jawa mengenai sengkolo, sebuah konsep tentang nasib buruk dan petaka yang diyakini dapat melekat pada manusia, terutama pada momen-momen sakral seperti malam Satu Suro. Sengkolo: Petaka Satu Suro dibintangi oleh Aulia Sarah, Agla Artalidia, Cindy Nirmala, Dimas Aditya, Miqdad Addausy, Sharon Jovian, Annisa Hertami, Ence Bagus, Septiadi Wibowo, Lisa Raminten, dan sejumlah pemeran lainnya. Deni Saputra sebagai Sutradara Sengkolo: Petaka Satu Suro menyampaikan bahwa film ini dibangun dengan pendekatan emosional dan kultural yang kuat. Sengkolo lahir dari kegelisahan kami terhadap cerita-cerita yang hidup di masyarakat Jawa tentang petaka dan malam Satu Suro. Film ini berbicara tentang rasa takut, pengorbanan, dan batas yang sering kali dilanggar manusia demi melindungi orang-orang tersayang,” ujar sutradara. Sementara itu, produser Raam Punjabi menegaskan bahwa film ini dikembangkan dengan perhatian khusus pada kekuatan cerita dan nilai lokal. Kami ingin menghadirkan film horor yang tidak hanya menakutkan, tetapi juga memiliki identitas budaya yang kuat," katanya. "Sengkolo: Petaka Satu Suro adalah perpaduan antara cerita lokal, emosi manusia, dan kualitas produksi yang kami jaga secara serius,” tambah Raam Punjabi.

Sinopsis SENGKOLO PETAKA SATU SURO

Kisah ini berfokus pada Rahayu (Aulia Sarah), seorang bidan yang awalnya menjalani kehidupan keluarga yang harmonis. Namun, ketenangan tersebut perlahan hancur ketika serangkaian bencana mulai menghantui dan meneror hidupnya. Teror di desa tempat tinggal Rahayu semakin mencekam seiring munculnya berbagai kejadian aneh. Situasi menjadi semakin mengerikan ketika diketahui bahwa banyak korban merupakan perempuan hamil. Kejadian-kejadian menyeramkan pun terjadi secara berturut-turut dan menimbulkan keresahan, hingga memicu kemarahan warga desa. Menjelang malam Satu Suro, teror dan penampakan gaib semakin intens, membawa desa tersebut menuju puncak petaka yang tak terhindarkan. Membintangi sebuah film tentu ada tantangan tersendiri dibanding dengan film lainnya. Demikian aktris cantik Aulia Sarah yang kini kembali menunjukkan sisi akting yang berbeda di film horor terbarunya, ‘Sengkolo Petaka Satu Suro’. Dalam film ini, Aulia Sarah memerankan sosok Bidan Rahayu, seorang perempuan yang disegani di desanya dan dikenal memiliki kehidupan keluarga yang harmonis. Berbeda dari film horor kebanyakan, Sengkolo Petaka Satu Suro menghadirkan cerita dengan muatan drama yang kuat. Hal inilah yang membuat Aulia Sarah tertarik untuk terlibat dalam proyek ini. “Ceritanya berat. Filmnya horor, tapi dramanya sangat kuat. Aku pribadi suka banget drama, dan ini bisa dibilang film horor yang dibalut drama yang emosional. Aku belum pernah main di genre seperti ini sebelumnya,” ungkap Aulia saat ditemui di jakarta beberapa waktu yang lalu. Lebih lanjut, aktris kelahiran Jakarta, 6 Juli 1991, itu menerangkan, bahwa tantangan lain yang dirasakan dirinya adalah ketika harus memerankan adegan kerasukan. Meski karakternya manusia biasa, Rahayu beberapa kali mengalami kesurupan, yang menjadi pengalaman baru bagi sang aktris. Ini hal baru buat aku untuk eksplor. Seumur hidup belum pernah kesurupan, jadi di film ini aku ngerasain ala-ala kesurupan,” terangnya. Tak hanya adegan horor, sejumlah momen emosional juga menjadi tantangan tersendiri. Salah satu yang paling membekas bagi Aulia adalah adegan kehilangan. “Banyak scene berat, tapi ada satu momen yang nggak bisa aku lupain, yaitu momen kehilangan. Bahkan setelah sutradara bilang cut, aku masih sedih. Biasanya kalau sudah cut ya sudah, tapi di film ini sedihnya nggak hilang,” bebernya. Menurut Aulia, Sengkolo juga menyimpan banyak pesan kehidupan yang tersirat. “Sebagai manusia, kita nggak bisa mencintai secara berlebihan. Karena kalau kehilangan, sakitnya luar biasa. Kita harus belajar ikhlas, supaya nggak terlalu tenggelam dalam kesedihan,” jelasnya. Selain tantangan emosional, Aulia juga menghadapi tantangan teknis yang cukup ekstrem, salah satunya saat harus mengendarai sepeda motor. “Scene tersulit itu waktu Rahayu naik motor, karena aslinya aku nggak bisa naik motor sama sekali. Aku belajar spontan di lokasi cuma satu jam. Setiap adegan naik motor deg-degan parah, demam panggung,” ujarnya sambil tertawa. Meski mengaku bukan pribadi yang penakut, suasana lokasi syuting tetap memberikan pengalaman tersendiri bagi Aulia. “Setiap mau ambil adegan horor pasti ada deg-degannya, karena suasananya sangat mendukung. Lokasinya sepi banget, jadi takut aja ada yang ‘ngikut’,” pungkas Aulia Sarah. Melalui Sengkolo, Aulia Sarah tak hanya menghadirkan teror, tetapi juga mempersembahkan potret kehilangan, cinta, dan keikhlasan yang dibalut dalam kisah horor penuh emosi.

***

Redaksi Media : KOBOY MOVIE THEATER
Instagram : @koboymovietheater
Website : koboymovietheater.blogspot.com
Email : koboymovietheater@gmail.com
Reporter : Kusuma Lesmana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERTARUHAN THE SERIES 3, Banyak bintang baru yang terlibat di series ini

TAK KENAL MAKA TAARUF, Film yang menyampaikan banyak pesan moral bahwa mencari pasangan dengan cara di ridai Tuhan SWT

DUSUN MAYIT, Kisah nyata dari thread Jeropoint yang terjadi di Gunung Werilang