GARUDA DI DADAKU, Revalina dan Kristo tidak mudah menjadi pengisi suara Film Animasi
Debut Gaga di Teaser Garuda di Dadaku: Duo Baru, Misi
Mustahil, dan Mimpi yang Besar
Dengan karakter sebagai pusat utama cerita, BASE Entertainment dan KAWI Animation hadirkan
animasi dari IP ikonis yang dekat dengan penonton Indonesia
dengan meluncurkan teaser trailer dan teaser poster film animasi Garuda di Dadaku melalui konferensi pers yang digelar hari ini. Di acara tersebut turut diperkenalkan jajaran pengisi suara yang menghidupkan karakter-karakter utama dari film animasi tersebut. Sebelumnya pada
Agustus lalu first look Garuda di Dadaku diluncurkan melalui akun media sosial dan mendapat sambutan hangat dari publik. Teaser trailer dan teaser poster ini sekaligus memperkenalkan karakter Gaga, sosok burung Garuda penuh energi yang tampil sebagai pusat emosi dan komedi cerita. Untuk pertama kalinya, Gaga dipertemukan dengan Putra, karakter utama yang merupakan seorang anak dengan mimpi
besar menjadi pesepak bola. Melalui video teaser ini, keduanya diperkenalkan bukan sebagai sosok pahlawan atau pendamping yang sempurna, melainkan sebagai dua karakter yang samasama belajar untuk tumbuh. Gaga hadir dengan kepribadian yang penuh energi dan jenaka,
sementara Putra menjadi representasi keberanian untuk memulai dari langkah kecil. Kisah keduanya bukan hanya menjadi petualangan yang seru, namun juga menjadi jantung cerita Garuda di Dadaku.Kristo Immanuel, pengisi suara Gaga, mengatakan, “Saya sangat senang bisa terlibat dalam
proyek ini, termasuk dalam proses menemukan suara untuk karakter Gaga. Karakter Gaga yang penuh energi dan jenaka membuat proses rekaman jadi sangat menyenangkan dan menambah seru dinamika antar karakter di film.”
Selain Kristo Immanuel, konferensi pers ini juga dihadiri oleh para pengisi suara karakter lainnya, diantaranya Keanu Azka sebagai Putra, Revalina S. Temat sebagai Dewi Garuda, serta Quinn Salman sebagai Naya. Melalui acara tersebut, para pengisi suara berbagi kisah menarik yang
terjadi di balik proses produksi film animasi keluarga ini.
“Putra dan Gaga adalah duo yang menyenangkan. Memerankan Putra, lalu bisa bermain bersama Kak Kristo sebagai Gaga, jadi pengalaman yang seru dan berkesan. Prosesnya sangat menyenangkan dan penuh tawa. Kak Kristo juga banyak membantu saya dalam mendalami
karakter Putra,” jelas Keanu Azka. Film animasi Garuda di Dadaku disutradarai oleh Ronny Gani, animator dan visual effects artist dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri animasi Hollywood. Ronny telah terlibat dalam
berbagai waralaba film internasional seperti Marvel Cinematic Universe, Transformers, Aquaman,
Ready Player One, dan Pacific Rim. Pengalaman tersebut ia bawa ke dalam film ini melalui pendekatan visual sinematik yang berpadu dengan penceritaan berbasis karakter.
“Sejak awal, Gaga tidak kami rancang sebagai sekadar karakter pendamping. Ia adalah pemicu
emosi dalam cerita ini. Kepribadiannya yang enerjik justru menjadi tantangan bagi Putra untuk tumbuh. Di teaser trailer ini, kami ingin penonton langsung merasakan bahwa hubungan Putra dan Gaga bukan sebagai pelengkap, melainkan menjadi nadi dari Garuda di Dadaku,” ujar Ronny
Gani. Diproduseri oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson, penulis naskah, Sofia Lo bersama Makbul Mubarak, Garuda di Dadaku diposisikan sebagai animasi keluarga yang menjadikan karakter sebagai pintu masuk utama cerita. Sebagai salah satu
intellectual property (IP) ikonis di Indonesia dari kreator Salman Aristo dan Shanty Harmayn, Garuda di Dadaku telah melekat kuat dengan tema sportivitas anak pra-remaja,
semangat sepak bola, serta drama keluarga yang menjadi kebanggaan nasional. Animasi ini menghadirkan interpretasi baru yang lebih dekat dengan generasi masa kini. “Garuda di Dadaku adalah IP yang sangat dekat dengan memori banyak orang Indonesia. Lewat animasi ini, kami ingin memperkenalkannya kembali kepada generasi baru dengan pendekatan yang lebih hangat, relevan, dan berfokus pada karakter serta emosi anak,” ungkap Shanty Harmayn, Produser BASE Entertainment. Konferensi pers hari ini menandai dimulainya rangkaian kampanye Garuda di Dadaku, dengan Putra dan Gaga sebagai karakter utama yang akan membawa penonton melalui perjalanan
penuh keseruan dan mimpi yang besar. Garuda di Dadaku mengisahkan Putra (13), seorang bocah biasa dengan mimpi luar biasa: menjadi pesepak bola tim nasional Indonesia. Namun setelah gagal dalam sebuah seleksi dan
diremehkan oleh orang-orang di sekitarnya, keyakinan Putra mulai runtuh. Semua berubah ketika ia bertemu Gaga, sosok Garuda kecil magis yang diutus dalam sebuah
misi khusus untuk membantu Putra menemukan kembali keberanian dan mewujudkan mimpinya. Meski sering berselisih, keduanya dipersatukan oleh tujuan yang sama, yaitu membuktikan kemampuan diri dan menaklukkan keraguan. Lebih dari sekadar kisah sepak bola, Garuda di Dadaku adalah perjalanan emosional tentang keberanian, persahabatan, dan tekad seorang anak bersama sahabat magisnya untuk meraih mimpi. Garuda di Dadaku merupakan produksi BASE Entertainment dan KAWI Animation, dengan koproduksi bersama Robot Playground Media, serta kolaborasi dengan Springboard, BolaLob, AHHA Production, BRD Studio, Dasun Pictures, PK Films, Barunson E&A, IFI Sinema, dan Arendi. Film ini didukung oleh Singapore Film Commission. Selain itu, Garuda di Dadaku juga bekerja sama dengan brand partners Pilus Garuda, Indomilk Kids, dan Chiki. Nantikan film animasi Garuda di Dadaku di bioskop tanah air pada tahun 2026. Pantau informasi terbaru melalui akun resmi media sosial BASE Entertainment dan KAWI Animation.
Akun Resmi:
● Instagram: @base.id | @garudadidadaku.film
● TikTok: @base.id | @garudadidadaku.film
● YouTube: BASE Entertainment Indonesia | @BASEIndonesia
Tentang BASE Entertainment
BASE Entertainment adalah studio produksi terkemuka di Asia Tenggara dengan kantor di Indonesia dan
Singapura, didirikan oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto.
Spesialis dalam produksi film dan serial berkualitas tinggi untuk penonton global, studio ini berkolaborasi
dengan talenta-talenta kreatif terbaik untuk menghadirkan cerita dari Asia ke dunia, termasuk Perempuan
Tanah Jahanam (Impetigore) karya Joko Anwar yang tayang perdana di 2020 Sundance Film Festival dan membawa piala terbanyak di Festival Film Indonesia di tahun yang sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal Indonesia Netflix pertama yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi orisinal Netflix Asia Tenggara pertama Trese, serta Petualangan Sherina 2 (Sherina’s Adventure 2) yang memecahkan rekor box office di Indonesia. Dengan komitmen kuat pada inovasi cerita, BASE Entertainment terus mengembangkan produksi-produksi berkualitas yang menjembatani narasi regional dengan daya tarik global.
Tentang KAWI Animation
KAWI Animation adalah studio pengembangan IP animasi yang berbasis di Jakarta, dengan tim talenta
terbaik Indonesia yang memiliki spesialisasi di bidang Character Designs, Environment Concepts, Narrative
& Story development, dan 3D RnD. Sebagai bagian dari ekosistem BASE Entertainment, studio film
terkemuka Asia Tenggara yang didirikan oleh Shanty Harmayn, Ben Soebiakto, Aoura Lovenson Chandra,
dan Tanya Yuson, KAWI Animation berkolaborasi dengan berbagai kreator dan studio untuk mengembangkan IP berkualitas yang siap diproduksi menjadi karya animasi. Dukungan dari BASE Entertainment yang telah memproduksi karya-karya seperti serial orisinal Indonesia Netflix Gadis Kretek (Cigarette Girl) dan serial animasi orisinal Netflix Trese, COMEDY ISLAND Indonesia & Filipina di Prime Video, serta film Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore), memperkuat posisi KAWI Animation sebagai pengembang IP animasi terdepan di Indonesia yang menghubungkan talenta lokal dengan standar
produksi internasional.
***


Komentar
Posting Komentar